Broken Home --1 (Apa itu broken home?)
"1 dari 10 pernikahan di indonesia berakhir perceraian. Dan 43% pelajar di amerika lahir dari orang tua yang bercerai"
BISA di bayangkan banyaknya anak korban broken home di luar sana,
meskipun memang tidak semua pasangan yg bercerai mempunyai anak. "Korban
BrokenHome" tidak selalu karena orang tua yang bercerai, ada yang
karena Kekerasan fisik di masa kecil atau karena ditinggal mati oleh
orang tuanya, lebih dari itu anak dari Keluarga broken home bisa juga
seperti dia mempunyai ayah yang di penjara, atau saudara kandung yang
depresi karena di hamili orang tak di kenal, itupun bisa menjadi satu
faktor BrokenHome.
Namun Broken Home biasanya lebih identik dengan perceraian.
Siapa sih yang mau lahir di antara keluarga broken home?
Semua orang pasti berharap hidupnya tetap nyaman damai bersama keluarganya yang utuh.
But Life is Never Flat.
Semuanya tidak selalu berjalan mulus.
But Life is Never Flat.
Semuanya tidak selalu berjalan mulus.
Jadi anak broken home itu gak mudah, ada rasa sakit dan pengalaman kelam
yg dimiliki akan terus menghantui sepanjang hidupnya. Sulit untuk
berbaur dengan orang luar, sekalipun ia berbaur ia akan merasa bahwa ia
itu berbeda.
Mudah bagi orang untuk mendekati seorang anak broken home karena ia
sangat butuh orang yang bisa ia jadikan pelindung dan orang yg bisa
membuat ia nyaman.
Tapi jika mereka merasakan sakit hati ia akan sangat sulit membuka hatinya lagi karena ia merasa sudah tak ada lagi yang bisa membuat ia nyaman.
Tapi jika mereka merasakan sakit hati ia akan sangat sulit membuka hatinya lagi karena ia merasa sudah tak ada lagi yang bisa membuat ia nyaman.
Broken Home juga membuat para 'korban'nya ke..... Bersambung
Lanjutkan Broken Home --2 (Aku dan duniaku)
Comments
Post a Comment